Meragukan sebuah jawaban yg tak pasti.. Menantikan harapan yg tak mungkin hidup lagi.. Menghapus sejuta kilauan air mata yg mengalir di pipi.. Meneteskan kehampaan yg begitu melukai
Mata ini menatap ribuan tawa bahagia yg tak mungkin di miliki.. Mengharapkan sang pencerah datang kembali.. Menghabus puing-puing kesunyian 'tuk pergi.. Mengakhiri luka yg selalu membayangi hati
Berharap kecewa ini segera pergi dari sini.. Berharap lukaku yg kini menghampiri meninggalkanku sendiri.. Berharap air mata tak tertetes lagi untuk kesekian kali.. Berharap CINTAMU AKAN SEGERA PERGI
Dahulu, memang dirimu yang kucintai.. Namun kini berbeda, dirimu orang yang paling 'ku benci.. Dahulu, memang dirimu yang kusayangi.. Namun kini telah berbeda setelah kau dustai
Mengapa tega hatimu tega ?.. Mengapa tak kau tengok diriku dan melihatku dan hatiku ? Mengapa dirimu melupakan aku sejenak 'tuk bersama dia ? Dan mengapa kini kau kembali dengan hati tanpa dosa ?
Apakah sudah hilang bayanganku di sisimu ? Apakah masih kau anggap diriku sebagai kekasihmu ? Apakah cinta ini masih bertahta di hatimu ? Apakah terbayang sakit yg kau torehkan ?
Teganya hatimu menghadiahkan kehampaan di sisi.. Teganya cintaku kau khianati..Teganya kau pergi meninggalkanku dan bersamanya berdua.. Teganya kau memeluk hatinya di depan mata
Terlambat sudah jikakau memohon diriku 'tuk kembali.. Hati telah tertutup rapat untuk pendusta hati.. Takkan 'ku biarkan dirimu menjamah hatiku lagi.. Aku tak ingin merasakan luka yang kuharap segera pergi
Sekarang aku rela... Melihatmu dengannya aku bahagia.. Jika tawa itu telah sirna, jangan harap aku memberikannya....
Walau perih aku tak peduli.. Dirimu memang sudah tak pantas dicintai.. Pergilah dan jangan kembali.. Aku bisa hidup tanpamu disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar