Saat mata membendung tangis. Saat bibir menahan kata.. Saat jiwa melawan sakit.. Terbang, membawa seberkas lara.. Detik terasa menyakitkan.. Menit terasa membunuh.. Terucap sayup kata menyakitkan dari mulutmu.. Yang dahulu menngucapkan janji-janji untuk bersama selamanya..
Terlampau indah terukir di sanubariku.. Membayang lembut dalam kalbuku.. Waktu menyaksikan dalam bisu.. Terdiam dalam kelemahan batinku.. Masihkah tersisa senandung cinta dalam perasaanmu ? Berapa lama lagi aku harus bertahan, memendam setitik cinta yg kurindukan.. Menunggu disetiap detik hidupku.. Menanti kembalinya dirimu seperti yg dahulu..
Aku merindukan setiap nada yg berlagu dalam kisah kita.. Kini tergantikan oleh serpihan kata yg melukai batinku.. Merenungkan bagaimana dahulu aku segalanya untukmu.. Tak pernah ada amarah, tak pernah ada air mata, berjanji untuk saling setia, mengukir kisah kita dalam terang cahaya bintang..
Berapa lama lagi, aku harus menanti ? Sampai kapan kupendam sakit ini ? Melamunkan kebahagiaan yg dulu kau bagi.. Melambungkan kilauan angan berpijar dalam hati.. Air mataku untuk yg sekian kali.. Hanya tertetes menangisi kenangan manis bersama.. Saat pertama melukis cinta.. Kini berlalu dengan nada yg menyanyat hatiku.. Kata-katamu begitu menikam jiwaku.. Walau aku terus terluka, walau aku terus menangis, cinta ini tetap bertahan, cinta ini akan selalu memaafkan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar